Skip to main content

Full text of "halimun *12"

See other formats


halimun *12 



hay tinta! 



bulan maret 2012 ini saya meliris 3 edisi (halimun edisi pejalan kaki, halimun edisi pulau Sulawesi, 
halimun edisi jawa timur bagian 2) dan sedang mengerjakan halimun edisi jabodetabek dan 
halimun edisi bandung, terimakasih buat kawan2 yang berminat dan yang saya "paksa" untuk 
menjadi kontributor. 

menulis tentang jawa timur adalah kesukaan saya karena saya berdomisili di jawa timur dan jawa 
timur itu indah dan kaya budaya, halimun *12 adalah edisi jawa timur bagian ke-2, sebelumnya 
saya meliris edisi jawa timur bagian pertama (halimun *3). kali ini saya mengajak ajengk resista 
untuk menulis tentang kota malang, julianah menulis diary liburan ke malang, dan skesta kota 
pasuruan (pasar ikan) oleh garis edelweiss, saya memamerkan catatan perjalanan saya di kota 
gresik, pasuruan, jombang, dan lamongan. juga memamerkan komikoleh novielisa, ryan sheehan 
nababan, iwankyellowteeth. 

mari menuju timur 

Surabaya, 20 maret 2012 

anithasilvia@gmail.com 




garis edelweiss 



bersepeda 
di pasuruan 

lOjanuari 2012 

destinasi sore ini adalah : pelabuhan! saya 
bersepeda melewati jalan dr wahidin 
sudirohusodo, terhenti di depan sebuah 
bangunan besar kolonial, pintu pagarnya 
terbuka, banyak anak yang bermain bola di 
halaman, saya bertanya ke seorang bapak 
yang sedang duduk2 di dekat pagar : boleh 
masuk pak? bapak tersebut mempersilahkan 
saya masuk, dia bilang gedung ini bekas 
pabrik karton. wah ada patung singa dan 
pohon beringin di depan bangunan utama 
yang sudah mengelupas cat nya, bangunan ini 
terlantar, ada penghuni di dalam, tapi 
sepertinya hanya penjaga gedung saja, saya 
bersepeda berkeliling halaman yang luas 
dengan pohon jati di pinggir halaman, sayang 
sekali bangunan ini tidak difungsikan lagi. saya 
lanjut bersepeda menuju jalan pahlawan, lalu 
jalan balai kota, melewati beberapa rumah 
kolonial yang masih terawat termasuk rumah 
dinas walikota pasuruan dan beberapa kantor 
militer. karena pasuruan termasuk salah satu 
daerah pusat militer di jawa, banyak 
bangunan kolonial yang dijadikan sebagai 
kantor militer salah satunya : kantor batalyon 
zeni tempur 10. 

jalan balai kota berakhir (lebih tepatnya 
dimulai) di perempatan dimana terdapat 
gereja katolik santo antonius padovaojalan 
balai kota no 1. agak susah menyebrang ke 
jalan komodor yos sudarso karena tidak ada 
lampu merah di perempatan yang sibuk 
dengan kendaraan bermotor termasuk bis 
antarkota dan truk, syukur saya berhasil 
dengan selamat menyebrang dengan sepeda! 
masuk ke jalan komodor yos sudarso 
melewati rel kereta api dan melewati gapura 
iselamat datang ke pelabuhan pasuruan. 
sudah terlihat deretan kapal2 ukuran sedang 
dan kapal2 nelayan, cuaca masih mendung, 
semoga tidak terburu hujan, dengan santai 
saya mengayuh sepeda lipat yang memang 
sangat nyaman dikendarai. jalan di areal 
pelabuhan baru selesai diaspal, wah akhirnya 
kesampaian juga saya mendarat di pelabuhan 
pasuruanosalah satu pelabuhan tertua di 



nusantara. sampai di ujung pelabuhan yang 
tidak terlalu mentok sampai selat madura, 
banyak penduduk yang duduk2 santai 
menikmati sore dan kapal2 yang berlabuh. 
yah saya kurang puas, karena pengen ngeliat 
laut (selat madura). dari kejauhan saya 
melihat anak2 bermain bola di sebuh 
lapangan dekat dengan hutan bakau dan 
dekat laut juga, saya pun mencoba mencari 
jalan kesana. 

ternyata sebelah pelabuhan adalah jalan 
menuju kampung nelayan, setelah melewati 
kumpulan anak2 yang bermain bola, sambil 
meneriakkan kata2 kearah saya iwah 
sepedanya apikt, kalimat yang sering 
terdengar sepanjang perjalanan, yah 
sepertinya sepeda lipat masih barang baru 
disini. tiba di ujung kampung dan akhirnya 
bertemu laut (selat madura), saya parkir di 
mushola, disana banyak ibu2 muda yang 
sedang duduk2 sore bersama anak2 mereka, 
seorang bapak muda langsung nyamperin 
saya (sepeda saya tepatnya), dia kagum sama 
sepeda lipat yang saya pakai, tanpa 
persetujuan saya dia langsung mencoba 
sepeda keliling kampung, aduhh itukan 
sepeda pinjaman semoga gak rusak. setelah 
bapak muda, sepeda beralih ke ibu muda, lalu 
beralih ke anak muda, dan sekampung 
langsung mengerubungi sepeda lipat yang 
saya pakai, hehhe tapi jadi asjik karena 
mereka ramah. Seorang ibu muda 
menanyakan asal saya, dia menebak saya 
berasal dari kalimantan (kayaknya karena saya 
memakai gelang rotan khas kota waringin), 
emang gak ada yang percaya kalo saya 
beretnis jawa. saya masuk ke halaman 
mushola, dari situ saya bisa menikmati 
deretan kapal nelayan yang bersandar di 
hutan bakau dan selat madura, ahh indah! 
langit makin mendung, saya pun pamit ke 
penduduk kampung nelayan yang beretnis 
madura, tidak lama hujan gerimis. 

tetap mengayuh sepeda sambil kehujanan, 
saya melihat menara masjid, mengikuti jalan 
menuju masjid, sampai di depan masjid yang 
dibangun sekitartahun 80-an, saya lanjut 
keluar pelabuhan. belok kanan ke jalan 
sukarno hatta, sudah jam setengah 6 sore jadi 
toko2 di sepanjang jalan sukarno hatta sudah 
tutup. saya terhenti di depan depot makan 
iterminal makanan 86T sebuah rumah kolonial 



yang sangat apik dan terawat, dijadikan 
rumah makan, sangat menarik! di depannya 
adalah hotel wisma karya, bangunan kolonial 
juga. sebelah terminal makanan 86 adalah 
smpn 2 yang juga masih menyisakan 
arsitektur kolonial. wah, jalan soekarno hatta 
jadi salah satu rute jalan kaki yang menarik! 

sesuai papan petunjuk jalan saya belok kanan 
masuk ke jalan kh abdul khamid, ketemu 
pertigaan adalah kelenteng tri dharma itjoe 
tik kiongT dengan alamat jalan lombok no 7. 
saya hanya masuk sampai parkiran kelenteng, 
dipajang rambu larangan masuk di depan 
kelenteng, saya jadi sungkan untuk 
melangkah masuk kelenteng, kelenteng 
tersebut dibangun sekitar abab 17, wah! saya 
lanjut bersepeda ke jalan niaga, jalan 
nusantara, masuk ke jalan panglima sudirman, 
lanjut mengayuh sampai ke jalan untung 
suropati menuju rumah lef agung. bermaksud 
ngembaliin sepeda, saya malah disuruh 
menginap malam ini, hehe ngak jadi pulang ke 
surabaya deh malam ini. (anithasilvia) 



Grissee Gresik! 

rabu, 17 agustus 2011 
jam 9 pagi, partner saya, opet 
menjemput saya di kost, kami akan 
berlibur di kota gresik! ini pertama 
kalinya kami liburan bersama! 
keluarganya opet tinggal di daerah 
pongangan, gresik, jadi saya akan 
menginap disana! dengan mengendarai 
sepeda motor kami menuju gresik 
melewati osowilangun, sejam kemudian 
kami sampai di komplek makam sunan 
giri yang terletak di desa giri kecamatan 
kebomas kabupaten gresik, hehe kami 
suka dengan wisata mistis! posisi makan 
sunan giri berada diatas bukit, kami naik 
puluhan anak tangga dimana ada stand 
yang menjual oleh2 di sepanjang anak 
tangga. begitu sampai di atas, terhampar 
banyak makam kuno, waw bener2 situs 
purbakala, kami terus berjalan melewati 
banyak pengemis dan masuk ke areal 



makam sunan giri, tidak terlalu ramai 
disana, kami masuk dan duduk, disana 
seperti pendopo dengan banyak makam 
islam, adem hawanya, cukup nyaman 
melihat para peziarah berdoa, saya 
masuk ke ruang utama yaitu ruang 
makam sunan giri yang dipagari dengan 
kayu2 ukiran, wuahhh cukup seram, takut 
dimarahin sama peziarah, saya kan bukan 
peziarah, untung opet bawa kain yang 
bisa dipakai semacam kerudung. saya 
berunduh bisa langsung melihat makam 
sunan giri karena sunan giri adalah salah 
satu wali songo! 

kami lanjut ke makan sunan prapen, 
cukup dekat dengan lokasi makam sunan 
giri. kami mampir ke bukit dengan 
banyak pohon bambu, hehhe ada 
beberapa makam disana, berasa kayak di 
film jalangkung, dari atas bukit terlihat 
pemukiman dan kawasan industri. kami 
lanjut jalan masuk ke areal makam sunan 
prapen yang terletak di desa klangonan, 
kira2 400 m disebelah barat makam 
sunan giri, dalam perjalanna kesana kami 
melewati banyak makam juga, baru kali 
ini saya melancong ke tempat dengan 
banyak makam islam purbakala. sunan 
prapen adalah penerus dari dinasti giri 
yang keempat. areal makam sunan 
prapen lebih asri, lebih tenang (lebih 
sedikit peziarah), dan memiliki arsitektur 
yang menarik, kami pun cukup nyaman 
berfoto2 di areal pohon bambu! puas 
menikmati makam islam purbakala kami 
menuju rumah opet! 

sampai di rumah, disambut mama dan 
adik laki 2 nya opet, kami langsung ke 
kamar, naroh barang dan melanjutkan 
acara liburan! acara selanjutnya adalah 
ke salon, salon di areal kompleks 
perumahan-nya opet, opet milih untuk 
perawatan rambut yaitu creambath, saya 
memilih perawatan kaki yaitu pedicure, 
heheh baru pertama kali nih pedicure, 



hadiah buat kaki saya yang sudah 
berjalan ribuan kilometer! perawatan 
selama satu jam cukup nyaman, kotoran 
di sela2 kuku dan kulit mati di telapak 
dibersihkan dan yaw kaki saya jadi seger 
banget hehe. 

abis nyalon, kami lanjut bersepeda motor 
ke kawasan industri gresik, gresik adalah 
salah satu pusat industri di indonesia, ini 
janggal dan berbahaya karena industri 
berada di dalam kota, bukan pinggiran 
kota, pastinya akan memberi dampak 
negatif bagi lingkungan, tapi memberikan 
dampak postif untuk perekonomian 
rakyat. saat berada di dalam kawasan 
industri, opet menunjukkan semacam 
danau, wah saya cukup kaget, ada danau 
yang cukup asri di sebelah kawasan 
industri gresik. kami menuju danau 
tersebut! dan ternyata itu adalah 
kawasan wisata telaga ngipik! 

dengan membayar biaya masuk 
2000rupiah per orang, kami semangat 
menuju taman wisata giri wana tirta 
telaga ngipik. disana masih berlangsung 
pembangunan infrastruktur wisata, 
tempat wisata yang cukup apik, telaga 
yang masih asri, benar2 jadi oase di 
tengah kawasan indsutri! tapi sangat 
diragukan kondisi air telaga karena telaga 
ngipik benar2 diapit oleh kawasan 
industri gresik dan kawasan indsutri 
petrokimia! tetapi sejauh mata 
memandang, telaga ngipik masih apik, 
dijadikan tempat latihan juga oleh atlit 
ski air, dan banyak orang yang mancing 
disana. playground pun cukup variatif, 
ada panggung kecil, hahha 
membayangkan kami membuat gig di 
telaga ngipik, bakalan seru deh! telaga 
ngipik ini jadi sasaran csr pabrik2 di 
gresik. 

kami lanjut menyusuri komplek 



petrokimia yang asri, dengan deretan 
cemara yang apik, benar2 bisa melupakan 
bahwa kita berada di kawasan pabrik 
pupuk! kami menuju pusat kota, 
melewati alun2 kota gresik yang cukup 
kecil, masih tersisa podium2 bekas 
upacara 17an disana, pohon beringin 
berada di pendopo, tepat di depan alun2, 
juga ada mesjid agung dan gedung dprd 
yang mengitari alun2. kami masuk ke 
areal wisata makam sunan malik ibrahim, 
karena berada di pusat kota, suasana di 
makam sunan malik ibrahim lebih ramai 
ketimbang di makam sunan giri, mungkin 
juga karena berada di kampung arab, yah 
seperti kampung arab di ampel, kami 
hanya melewati komplek makam, tidak 
tertarik untuk mampir, masih bagus 
kawasan makam sunan giri soalnya X). 

opet juga menunjukkan SMP 3 dan SMA 1 
gresik, almamaternya, cukup ramai 
kondisi pusat kota gresik, banyak warung 
kopi dan warung makan j uga! hahha kami 
cukup kelelahan dan haus, kami putuskan 
pulang ke rumah saja! nyampe rumah, 
cuci kaki dan cuci muka, langsung 
istirahat, saya bahkan tertidur sampai 
maghrib, saya mandi dulu baru ikutan 
berbuka puasa dengan opet dan mamanya 
sambil nonton masterchef australia 
heheh. saya dan opet pengen bikin acara 
masak2 juga, dengan gaya RAW X) 

setelah kekenyangan, saya dan opet 
berkunjung ke taman di komplek 
perumahan gresik kota baru, cukup ramai 
dengan para pedagang kaki lima dan 
pengunjung, disana juga ada pusat 
warung kopi, hehe warung kopi berjejer 
rapih sambil menyetel keras2 lagu 
dangdut! kami menuju pusat taman, 
yaitu pohon beringin, yaw pohon beringin 
memang mengesankan! tidak lupa kami 
bermain2 di playground, hehe cukup 
menyenangkan sambil bergosip! sebagai 
penutup, kami berkunjung ke warung 



bubur yang cukup nyaman dan menarik, 
opet pesan ketan durian, saya pesan 
bubur kacang hij au+ketan hitam! lelah 
bermain kami pulang ke rumah dan 
Ieyeh2, liburan yang santai dan 
menyenangkan! makasih opet! mau lagi 
nginep di rumahmu! (anithasilvia) 



KEDIRI : TIBA-TIBA SAYA 
MENDAKI GUNUNG WILIS 

sabtu, 1 oktober 2011 

dari kemarin hati kesal, hari jumat tidak 
bisa pulang kantor jam 5 sore, jadi batal 
ke malang untuk menghadiri pembukaan 
tempertantrum, dan ditambah hari ini 
lembur sampai jam 4 sore! yah dari bulan 
September dan akan terus berlanjut 
sampai bulan oktober kerjaan kantor lagi 
tinggi banget ditambah c2o bulan oktober 
bikin 25 event, ditambah lagi deadline 
kerjaan sampingan menulis panduan 
wisata, saya yakin bulan oktober ini akan 
katjau (saya yang katjau)! abis lembur 
langsung ke c2o, minjem kamera erlin, 
sekalian erlin ngajarin cara makenya. 
mau naik kereta terakhir ke kediri udah 
gak keburu, jadinya naik bis. sampai 
kediri jam 9 malam, saya turun di alun2, 
sebelum alun2 adalah jembatan yang 
membelah kali brantas, wow. 

saya ke kediri dalam rangka mencari 
materi untuk menulis panduan wisata 
kediri, yah ini kerjaan, tapi kerjaan yang 
menyenangkan, melancong! jadi saya 
akan ke beberapa obyek wisata yang 
menarik di kediri dan melanjutkan 
perjalanan ke kota malang untuk 
menghadiri penutupan pameran 
tempertantrum. tapi tanggal 2 oktober, 
c2o akan menyelenggarakan pembukaan 
design it yourself, saya absen membantu 
c2o. 



saatnya jalan kaki keliling pusat kota! 
alun2 kota kediri cukup ramai malam itu, 
tapi saya tidak melihat pohon beringin, 
hanya ada air mancur di tengah alun2 dan 
banyak pedagang kaki lima di dalam 
maupun disekeliling alun2. tepat didepan 
alun2 adalah masjid agung, samping kiri 
mall kediri, samping kanan adalah hotel 
bismo--harganya cocok untuk backpacker 
dan tampak nyaman. lanjut berjalan kaki 
menyusuri jalan sudirman, banyak 
restoran dan ada losmen dhoho yang 
tampak menyeramkan, tidak lama saya 
sudah di persimpangan, j ika lurus adalah 
jalan dhoho, jika ke kiri adalah jalan yos 
sudarso, jika ke kanan adalah jalan 
pattimura, saya lurus saja langsung ke 
jalan dhoho, udah kelaparan mau makan 
nasi pecel! sepanjang jalan dhoho adalah 
pertokoan, sudah tutup jam 9 malam, 
dan berganti dengan deretan penjual nasi 
pecel tumpang kediri dan mie anglo, 
ramai sekali disana, meskipun banyak 
yang berjualan, banyakjuga pembelinya! 
saya memilih salah satu penjual nasi 
pecel, langsung memesan dan wow 
komposisi ramuan pecel yang memikat, 
ada irisan halus pepaya muda rebus, daun 
singkong rebus, beragam lauk pauk: 
ayam, telur asin, telur dadar, tempe, 
tahu, rempela hati, banyak dah. saya 
memesan nasi pecel dengan lauk tempe 
dan dadar j agung, tanpa menunggu lama, 
nasi pecel pincuk plus rempeyek siap 
santap, dan rasanya mmm lezat, harga 
pun murah. suasana malam yang nyaman 
menambah keasjikan pembeli menikmati 
pecel, termasuk saya! 



minggu 2 oktober 2011 

saya lanjut berjalan ke jalan pattimura, 
disana adalah pusat oleh2 khas kediri, 
tapi toko2 sudah tutup pastinya, saya 
mencari warnet, setelah bertanya ke 
pemuda lokal, akhirnya nemujuga 



warnet yang j araknya cukup j auh. sekitar 
4jam saya di warnet, kemudian kembali 
berjalan menuju jalan dhoho, udara 
cukup dingin, saya pengen makan mie 
anglo, saya pilih mie anglo di depan hotel 
penataran. sambil menyaksikan proses 
pembuatan yang tradisional menggunakan 
arang dan anglo, tidak lama mie anglo 
sudah siap disantap, dan rasanya enak 
bener. ternyata selain saya, penikmat 
mie anglo adalah beberapa psk bersama 
para konsumennya. sekitar jam 4 pagi, 
saya lanjut menyusuri jalan yos sudarso, 
saya foto2 beberapa bangunan kolonial 
dan j uga ada klenteng tj oe hwie kiong 
yang dibangun sekitar tahun 1600-an j uga 
merupakan cagar budaya. 

jam 5 pagi saya sudah berada di depan 
mall kediri, naik bis ke terminal 
tamanan. berdasarkan informasi di blog 
para backpackers ada kendaraan umum 
ke air terjun dholo dari terminal 
tamanan. saya bertanya ke petugas dan 
ternyata tidak ada kendaraan umum 
kesana, saya juga memastikan ke seorang 
penumpang, dia j uga mengiyakan tidak 
ada transportasi umum ke air terjun 
dholo. akhirnya saya nyerah naik ojek ke 
air terjun dholo, saya dan tukang ojek 
yang ramah menuju kecamatan besuki : 
lokasi kawasan wisata gunung wilis. 
perjalanan sekitar 28km melewati 
kecamatan semen yang berada di dataran 
tinggi (ada gereja poh sarang disana), 
dan begitu masuk kecamatan besuki 
disambut kebun pohon pinus, hujan 
rintik2, dan halimun! saya pun mulai 
kedinginan, saya tidak menyangka kami 
akan menuju dataran tinggi bahkan 
gunung, saya pikir lokasi air terjun 
berada di kaki gunung dan udaranya tidak 
dingin, ternyata saya salah, saya baru 
menyadari bahwa air terjun dholo berada 
di lembah gunung wilis dan menuju 
lembah harus melewati puncak gunung 
terlebih dahulu (2552 m dpi), waduhh 



saya benar2 salah kostum, saya hanya 
memakai celana pendek dan kaos flannel 
lengan panjang, saya mati kedinginan 
dengan kostum ini. 

kemudian kami sampai di pintu masuk 
kawasan wisata kecamatan besuki, 
ternyata banyak sekali pemancar tv 
disini, ada rcti, sctv, indosiar, wah 
pemandangan yang baru! pak ojek 
mengantarkan saya sampai ke pintu 
masuk air terjun irenggolo, wah halimun 
masih meliputi pohon2 pinus, masihjam 
6 pagi dan sepi banget, buset ini man 
bener2 seru, kedinginan dalam suasana 
alam yang indah. ternyata ada yang 
kemping disana, saya lanjut menyusuri 
tangga menuju air terjun, benar2 indah, 
vegetasi hutan yang memukau. dan tidak 
lama sudah sampai di air terjun 
irenggolo, wah air terjun yang unik, tidak 
terlalu besar tapi unik karena batu2 di 
lereng air terjun berbentuk seperti 
tangga, indah! saya puas foto2 dan 
menikmati areal air terjun yang berupa 
hutan tropis yang asri. kembali ke pintu 
masuk dan melihat papan informasi : air 
terjun dholo 5 km. 

5 km sepertinya tidak j auh mengingat 
saya pernah berjalan kaki 15 km saat ke 
gunung ijen. dengan semangat dalam 
kedinginan saya berjalan kaki, begitu 
melewati pintu masuk air terjun dholo, 
wah jalanan aspal mendaki! jalan lebar 
dengan aspal yang cukup baik, yah tiba2 
saya mendaki gunung wilis dengan 
kostum seadanya dan halimun tetap 
menemani saya kedinginan. mendaki 
gunung wilis sama sekali tidak ada dalam 
rencana perjalanan saya! saya hanya 
melihat beberapa petani selebihnya tidak 
ada pengunjung lain, hanya saya! di awal 
pendakian menemukan hutan pinus yang 
diselimuti halimun, pemandangan 
dramatis, makinjauh mendaki saya baru 
menemukan hutan tropis, hutan yang 
benar2 indah! meskipun saya sudah 



sangat lelah mendaki, pemandangan 
hutan sangat memberikan semangat! ya 
ampun ini 5 km yang terasa sangat sangat 
sangat jauh, saya terus mendaki tapi 
belum ada tanda2 air terjun. saya 
melewati lereng longsor yang sedang 
diperbaiki, yah ada beberapa titik longsor 
di gunung wilis, cukup berbahaya bagi 
pengunjung amatiran seperti saya! saya 
terus mendaki tapi dari kejauhan jalan2 
berkelok masih membentang, ini berarti 
perjalanan masih jauh, buset ini benar2 
parah, kaki saya mulai sakit. dan 
akhirnya pergelangan kaki dan betis saya 
benar2 sakit, nyeri banget, tapi saya 
masih memaksa untuk berjalan, dan 
akhirnya setelah 3 jam perjuangan 
mendaki, saya tiba di pintu masuk air 
terjun dholo! 

ternyata disana sudah ada rombongan 
anak smk yang j uga kelelahan setelah 
mendaki, mereka kemping di areal air 
terjun irenggolo. saya benar benar benar 
lelah setelah mendaki, apalagi 
semalaman tidak tidur keliling pusat kota 
ditambah hari2 sebelumnya kerja keras di 
kantor, kaki saya kejang! saya istirahat 
sebentar, pipis, sarapan roti keju dan 
susu kotak. energi dan semangat saya 
tidak kembali meskipun sudah sarapan 
dan istirahat, ditambah saya baru 
mengetahui bahwa untuk mencapai air 
terjun dholo harus menyusuri lembah 
melalui 999 anak tangga, buset abis 
mendaki saya pun harus menyusuri 
lembah sedalam itu, ya ampun saya 
kapok dah kesini. yah demi air terjun 
dholo saya mulai menuruni anak tangga 
ditemani vegetasi hutan yang memukau, 
tapi kaki saya masih kejang, tidak bisa 
menikmati keindahan hutan. menuruni 
tangga juga menambah sakit di kaki, 
setelah hampir seribu anak tangga saya 
sampai di lokasi air terjun (1800 m dpi), 
dan kecewa! air terjun dholo hanya bagus 
tapi tidak benar benar bagus! saya sangat 



mengharapkan air terjun yang sangat 
indah setelah berjuang mendaki gunung 
wilis dan menuruni seribu anak tangga! 
saya kecewa, ditambah tidak ada sumber 
air belerang disini karena memang tidak 
ada kawah dan gunung wilis bukan 
gunung yang aktif, saya sangat berharap 
ada sumber air belerang untuk mengobati 
kaki saya yang sangat sangat sangat sakit! 

yah inilah perjalanan, saya tidak akan 
tahu kejutan apa yang akan saya hadapi. 
dengan kaki yang masih sakit saya 
kembali ke atas, karena hari ini masih 
ada lokasi wisata yang harus saya 
kunjungi ditambah saya harus segera ke 
malang! saya kelelahan mendaki seribu 
anak tangga, para pengunjung mulai 
berdatangan, mereka semuanya naik 
sepeda motor untuk mendaki gunung 
wilis, jadi mereka dengan riang gembira 
menuju air terjun dholo, sementara muka 
saya sudah gak jelas gara2 kelelahan. 
berhasil dengan selamat naik seribu 
tangga, tantangan selanjutnya adalah 
menuruni gunung wilis! saya sangat 
berharap ada yang memberi saya 
tumpangan, tapi ternyata tidak ada! 
udara dingin sudah mulai berkurang 
karena sinar matahari sudah muncul, saya 
berhasil menuruni gunung kelud dengan 
kondisi kaki yang makin parah, berasa 
kayak otot2 kaki saya putus! saya mampir 
ke warung, mau minum teh panas, sang 
penjual membuatkan teh untuk saya, 
saat saya minum, wekk ini mah bukan teh 
tapi air panas rasa mocca, saya protes ke 
penjual, ini bukan teh! sang penjual 
tetep ngotot bahwa itu teh, saya lalu 
minta ditunjukkan bungkusteh nya, 
ternyata emang bukan teh tapi kopi 
mocca! tapi sang penjual--seorang ibu 
tua--tetap ngotot bahwa itu teh, ok saya 
nyerah dan minum air mocca karena saya 
butuh air panas untuk menghangatkan 
perut. kemudian saya naik ojek kembali 
ke terminal tamanan. 



objek wisata selanjutnya adalah kawasan 
wisata selomangleng, jaraknya cukup 
dekat dari terminal tamanan, dari 
pertigaan sukorame hanya naik angkot 
warna kuning dengan tujuan akhir 
kawasan wisata tersebut. kawasan wisata 
selomangleng berada di lereng gunung 
klotok, menjadi pusat rekreasi keluarga 
bagi masyarakat kota kediri, ditambah 
harga tiket masuk yang murah. di dalam 
kawasan wisata selomanleng terdapat 
wisata gua selomangleng yang merupakan 
peninggalan kerajaan kediri, museum 
airlangga yang memamerkan area dan 
barang2 peninggalan kerajaan kediri, 
arena playground dan kolam renang, 
makam mbah boncolono di puncak bukit 
maskumbang. saya masuk gua 
selomangleng, beberapa spot ada relief, 
baru kali ini Nat gua dengan relief, saya 
lanjut mendaki ke atas gua, dan lumayan 
asjik pemandangannya, bisa melihat kota 
kediri ditemani kebun pohonjambu 
monyet (kacang mede), saya juga bisa 
melihat gunung klotok yang memang 
berada dekat sekali, saya juga melihat 
puncak bukit maskumbang yang hanya 
300 m dpi, tapi kaki saya masih sakit 
tidaksanggup mendaki lagi! 

saya lanjut makan siang tahu lontong dan 
berjalan kaki ke pertigaan sukorame 
menunggu minibis puspa indah tujuan 
malang, yah saya akan menghadiri 
penutupan pameran tempertantrum. saya 
menunggu hampir 2 jam, dan gilak 
minibus penuh banget, kaki saya yang 
sakit terpaksa berdiri sumper-dempat 
dengan penumpang lain selama 3 jam! 
minibus puspa indah adalah armada satu- 
satunya menuju malang dan memang 
jumlahnya tidak banyak. minibis 
melewati pare dan pastinya simpang lima 
gumul, kemudian masuk ke kabupaten 
malang. minibus melewati jalur mendaki 
menembus hutan, wihh rute yang seru! 
saya sempat melupakan nyeri di kaki 



karena terpukau oleh pemandangan alam 
di kecamatan pujon, salah satu 
kejutannya adalah waduk selorejo, saat 
itu matahari hampir tenggelam, buset 
indah bener pemandangan di waduk 
selorejo! sepanjang jalan, minibus 
ditemani aliran deras sungai brantas yang 
penuh bebatuan, aduhh indah banget. 
akhirnya minibus memasuki kota batu, 
malam sudah turun dan hasilnya adalah 
pemandangan indah citylight kota 
malang, ditambah udara yang sejuk, ahh 
beruntungnya saya memilih rute ini! jam 
7 malam saya turun di depan universitas 
muhammadiyah, kemudian berjalan kaki 
sedikit ke venue pameran, hehe saya lupa 
nama cafenya. 

di pintu masuk sudah ada rombongan 
anak Surabaya : faris, bagus, gunawan, 
alfan, bagong, mereka cukup heran saya 
tiba2 datang dari kediri. saya juga 
bertemu dengan nakula, dia 
menceritakan hardisknya hilangyang 
membuat dia sangat sedih dan terpukul 
karena semua karya fotografinya ada di 
harddisk tersebut, dia juga menanyakan 
perjalanan saya di kediri, karena nakula 
adalah orang kediri! saya buru2 masuk, 
penasaran Nat karya teman2, dan wahh 
display karya cukup bagus meskipun 
beberapa karya dipajang terlalu tinggi 
karena menyesuaikan interior cafe yang 
memang bukan ruang pamer! saya 
mendokumentasikan semua karya, 
pengen banget men-share-kan ke teman2 
yang memang saya ajakin untuk ikut 
pameran tempertantrum, sementara itu 
para pengunjung ramai untuk 
menyaksikan pertunjukkan musik 
(sayangnya bukan menikmati karya 
mixtape). ada hal yang bikin saya marah 
ke hi I mi, salah satu panitia, mengenai 
display salah satu karya, saya langsung 
ngomong kalau panitia lebih fokus ke 
persiapan pertunjukkan musik ketimbang 
pameran itu sendiri, yah sebenernya gak 



juga tapi kalo udah ada pertunjukkan 
musik saat pembukaan dan penutupan 
pameran akan menghabiskan energi 
mereka, lebih baik energi mereka untuk 
memaksimalkan pameran, bisa 
dokumentasi karya, publikasi, reportase, 
apapun lah yang memang akan membuat 
pameran bersejarah ini memang patut 
dikenang, tempertantrum adalah 
pameran mixtape pertama di indonesia! 
saya sangat tidak berminat menyaksikan 
pertunjukkan musik, saya memilih 
mendengarkan mixtape yang memang 
cukup ajaib playlistnya! 

sekitar jam 10 malam acara penutupan 
berakhir, panitia beres2, menurunkan 
semua karya, dan setelah semuanya 
beressaya, faris, ave, mikha, decky, 
emil, mira makan di pulosari, makan di 
stand langganan, kami pesan bakmi! tapi 
ya ampun bakmi nya pedes banget, 
biasanya gak sama sekali, ternyata 
ditambahin potongan cabe rawit! makan 
sambil membahas rencana pameran 
tempertantrum di Surabaya, decky 
mengingatkan saya untuk tidak marah2 
dan mempercayakan pada yang muda 
(haha saya memang udah tergolong 
senior) yang ginilah kebiasaan saya : 
selalu pengen ikut campur ngurusin acara 
yang memang melibatkan saya. 



saya menunggu bis sendirian, emil pun 
kembali ke kostnya. dan ternyata 
memang benar tidak ada bis! info dari 
preman terminal, baru ada jam 3 pagi, 
saya kecewa bis malang - Surabaya tidak 
24 jam, kalah dengan Surabaya - 
yogyakarta yang 24 jam! saya menunggu 
bisditemani banyak preman, yah para 
preman cukup santai tidak mengganggu 
saya, saya hanya menjawab beberapa 
pertanyaan standard dari mereka. lagi 2 
saya kedinginan, saya masih pake kostum 
yang sama, perjalanan kali ini benar2 
salah kostum dan sangat padat tanpa 
tidur! menunggu 2 jam dalam dingin dan 
dikelilingi preman cukup membuat hati 
saya tidak nyaman, akhirnya bis datang, 
saya buru2 naik, dan mencoba untuk 
tidur, benar2 lelah! lumayan tidur dalam 
bis dan jam 7 pagi nyampe kost, mandi, 
dan langsung ngantor dengan salompas 
menempel di betis, kaki saya masih 
sangat sakit. (anithasilvia) 



3 oktober 2011 

kami mengobrol sampai jam setengah 
satu pagi, faris menginap di rumah ave, 
saya langsung pulang karena hari ini 
ngantor, emil mengantarkan saya ke 
terminal arjosari, meskipun decky 
melarang saya untuk pulang naik bisjam 
segini karena bis malang - Surabaya tidak 
24 jam, saya tidak percaya, saya ngotot 
pulang saat itu juga. emil juga tidak 
yakin saya dapat bis, tapi saya 
meyakinkan dia bahwa tidak masalah 



MALANG 
SEKARANG 



Terimakasih Tinta sudah mengajak 
saya untuk menulis di Halimun edisi kali ini, 
senang sekali rasanya :). Tapi jujur saja saya 
kebingungan hams menulis kisah perjalanan 
saya yang seperti apa? Karena memang saya 
hampir setiap hari hanya pergi kuliah dan 
ketika pulang juga langsung pulang ga jarang 
ke mana-mana, dan saya juga jarang berjalan 
kaki menyusuri kota Malang, bahkan tidak 
pernah sama sekali. Mungkin saya hanya 
berjalan kaki dari rumah-s/ie/fer angkot- 
kampus, dan juga sebaliknya, dan itu juga 
sudah lama berlalu, tepatnya waktu saya 
masih semester satu hingga semester dua 
waktu masih tinggal rumah yang lama. Tapi 
saya mencoba bercerita pengalaman saya 
tinggal di kota Malang :). 

Semua orang mengatakan bahwa kota 
Malang merupakan sebuah kota yang 
berudara dingin. Udara dingin tersebut 
pertama kali saya rasakan saat saya pertama 
kali datang ke kota Malang sekitar 2,5 tahun 
yang lalu, tepatnya saat saya pertama masuk 
kuliah. Ya, saya kuliah di salah satu PTN di 
kota Malang. Memang dingin, kira-kira seperti 
kota Bandung udaranya. Terkadang sampai 
badan saya gatal-gatal dikarenakan saya alergi 
dengan udara dingin. Awal-awal saya tinggal 
di Malang saya sering sakit memang, mungkin 
karena masih adaptasi dari kota Kediri yang 
tidak terlalu panas dan harus pindah ke 
Malang yang udaranya jauh lebih dingin. 
Penggunaan bahasa juga menggunakan dialek 
yang berbeda, makanan juga agak berbeda, 
yaa pindah ke Malang waktu itu saya 
mengalami semacam shock culture mungkin. 
Tapi setelah saya lama tinggal di Malang saya 
merasa Malang sudah tidak se-dingin dulu. 



Mungkin udah adaptasi kali ya? tapi menurut 
survey ke beberapa temen-temen saya yang 
asli dari Malang, kota Malang memang sudah 
tidak se-dingin dulu lagi. Hampir sama dengan 
kota Surabaya sekarang. Mungkin akibat 
pemanasan global kali ya?:P 

Saya tinggal di daerah sekitar kampus 
di kawasan padat penduduk, yakni hampir 
satu kampung isinya kos-kosan doang. Dulu 
saya tinggal di daerah yang agak jauh dari 
kampus, dan di sana sangat nyaman dan 
tenang karena dulu saya tinggal di perumahan 
baru yang masih jarang penduduknya. Namun 
karena suatu dan lain hal saya harus pindah 
kos, dan di tempat saya sekarang lebih atau 
bahkan sangat rame dan kurang tenang. ya 
bagitulah kos-kosan, tidak seperti rumah 
sendiri kankenyamanannya? Tapi saya lebih 
senang tinggal di tempat saya yang sekarang, 
lebih rame, banyak temen-temen kuliah yang 
se-kos atau tinggal di kos sebelah, jadi ga 
pernah kesepian lagi seperti tinnggal di rumah 
yang lama. Enaknya lagi kalau ke kampus 
tinggal jalan kaki aja, karena depan kos ada 
jalan kecil yang menuju ke gedung kuliah 
langsung, jadi ga perlu naik motor dan kena 
macet dan saya jadi banyak berjalan kaki 
meskipun sangat dekat :D. Selain tempat yang 
rame, saya lebih suka tinggal di kawasan 
kampus karena setiap saat banyak orang jual 
makanan dan juga keperluan sehari-hari, ga 
perlu jauh-jauh ke restoran maupun 
supermarket untuk membeli makan maupun 
keperluan sehari-hari. Setiap pagi-pagi, sore 
menjelang magrib hingga isya', jalanan sekitar 
kos sangatlah rame, semua pada keluar jalan 
kaki untuk nyari makan. Apalagi kalau pas 
bulan puasa, rameee banget orang nyari buka. 
Dan itu salah satu alasan juga mengapa saya 
suka tinggal di tempat saya yang sekarang ini 
:)■ 

Di Malang terdapat beberapa PTN, 
dan juga beberapa PTS, tak heran kalau di 
Malang sangatlah ramai, dan akhir-akhir ini 



dijuluki sebagai kota pelajar seperti Jogja 
(koreksi saya bila salah), banyak pendatang 
dari kota-kota lain untuk belajar di Malang, 
bahkan dari luar negeri. Jadi, setiap hari dan 
setiap saat jalanan sangatlah ramai, apalagi di 
jam-jam orang berangkat maupun pulang 
kerja, baik di jalan utama maupun jalan-jalan 
tikus tetep aja macet. Udah seperti tinggal di 
Jakarta atau Bandung aja rasanya. Selain 
berdiri beberapa PTN megah, mal-mal juga 
tak kalah megahnya berdiri. Di Malang banyak 
berdiri mal besaryang jadi pusat jalan-jalan 
dan belanja kawula muda. Saat ini pun 
beberapa 'calon' mal juga sedang dibangun di 
beberapa titik pusat keramaian. Namun ada 
pula beberapa pasartradisional yang masih 
rame. Ada pula pasartradisional mingguan, 
salah satunya pasar tradisional yang khusus 
buka di hari Minggu pagi di sekitar stadion 
Gajayana, Pasar Minggu namanya. Di sana 
dijual macem-macem barang maupun 
makanan. Mulai perabotan rumah tangga, 
buku bekas, kaset bekas, alat elektronik baru 
maupun bekas, uang kuno, baju, sprei, bantal, 
celana, jilbab, sendal, sepatu, boneka, dan 
masih banyak yang lain, dan harganya 
lumayan murah kalau barang-barang dan bisa 
dinego, tapi kalau makanan mahaallll di sana, 
dan belum tentu enak juga. Saya tidak 
menyarankan untuk membeli makanan di 
sana, daripada kecewa belakangan. Hehe. 
Selain Pasar Minggu, juga terdapat pasar 
tahunan, atau mungkin bazaar tepatnya, 
namanya Malang Tempo Dulu, yang isinya 
orang-orang jualan barang-barang maupun 
makanan khas kota Malang tempo dulu, dan 
biasanya para pengunjung dandan dengan 
dandanan tempo dulu pula, pakai kebaya dan 
selendang misalnya. Biasanya Malang Tempo 
Dulu terletak di kawasan perumahan elite 
Jalan Ijen yang untuk beberapa hari jalan raya 
di daerah tersebut ditutup total untuk 
pagelaran acara tersebut. 



Sebagian besar, makanan di Malang 
tidak begitu mahal, namun mungkin kurang 
bervariasi aja. Di Malang paling banyak orang 
jualan lalapan, yaitu isinya nasi, 
ayam/lele/tahu tempe/jamur/belut/ikan, 
sambel, sama sayuran mentah seperti 
mentimun, kubis, daun kemangi, dan kacang 
panjang. Di mana pun kalian berada di 
Malang, pasti menemukan orang jualan 
model kayak gini di pinggir-pinggir jalan. Tak 
lupa juga orang jualan bakso. Bakso Malang di 
mana-mana terkenal enak, sampai jadi suatu 
brand "Bakso Malang" di daerah-darah lain, 
tapi setelah dimakan ga terlalu enak juga 
menurut saya, malah enak bakso dari Kediri, 
udah gitu kalau jual bakso di mana-mana 
sebutir kecil dijual dengan harga seribu dan 
dimodel prasmanan, beli berapa aja boleh, 
entah itu pedagang kaki lima maupun bakso di 
ruko yang terkenal enak. Jujur aja saya 
kurang cocok dengan makanan di Malang, ga 
begitu enak, dan kurang bervariasi, tapi 
percaya atau tidak saya justru semakin gemuk 
setelah tinggal di Malang :D. 

Masalah tempat wisata jujur aja saya 
tidak begitu paham. Karena memang saya ga 
pernah ketempat-tempat wisata itu. Biasanya 
teman-teman kampus saya hampir setiap 
weekend pergi ke tempat-tempat wisata, 
seperti pantai, air terjun, dsb, tapi saya ga 
pernah ikut dan lebih memilih untuk mudik ke 
Kediri setiap minggunya dan entah mengapa 
mudik ke Kediri merupakan hal yang paling 
menarik setiap weekend. Saya setiap akhir 
minggu selalu mudik ke Kediri naik sepeda 
motor. Kadang boncengan dengan teman 
saya, namun akhir-akhir ini saya sering pulang 
sendirian. Dulu awal-awal saya kuliah hingga 
semester tiga saya selalu naik kereta api, 
namun setelah semester tiga saya beralih naik 
sepeda motor yang ternyata jauh lebih cepat 
dan lebih menarik karena bisa sambil 
menikmati pemandangan alam yang indah 
selama perjalanan Malang-Kediri dengan 



jalannya yang berbelok-belok menerus dan 
diapit oleh hutan-hutan, gunung, sungai- 
sungai, serta orang jual durian di tepi jalan. 
Perjalanan Malang-Kediri biasanya saya 
tempuh naik motor selama 2,5 jam, 
sedangkan kalau naik kereta bisa makan 
waktu hingga 4 jam, itupun kalau ga molor 
jadwalnya. Apalagi sekarang juga susah 
dapetin tiketnya, kalau ga dapet tiket ya harus 
berdiri, tapi kalau pengen dapet tempat 
duduk ya harus beli tiket, dan harus dateng ke 
stasiun beberapa jam sebelum keberangkatan 
kereta, biar dapet tiketnya. Dan sejak saya 
keenakan naik sepeda motor tiap pulang, saya 
jadi kehilangan passion saya untuk naik kereta 
:D. 

Oh ya, saya akan melanjutkan sesi 
tempat wisata. Setau saya, di Malang 
memang ada beberapa tempat wisata yang 
menarik. Kapan hari beberapa teman kampus 
saya jalan-jalan ke pantai Balekambang. Pas 
saya Nat foto-fotonya sih memang bagus, 
seperti pantai Tanah Lot di Bali, jadi ada pura 
di tengah-tengah laut gitu, ada jembatannya 
yang menghubungkan antara pantai dan 
pulau kecil itu. Pantainya juga bagus dan 
bersih. Yang tak kalah bagusnya dari pantai 
Balaikambang adalah pulau Sempu. Pulau 
yang katanya agakterpencil nan indah 
memang jarang dikunjungi dikarenakan 
medan perjalanannya yang lumayan sulit dan 
harus jalan kaki lumayan jauh. Menurut 
teman-teman yang sudah pernah ke sana 
mereka tidak menyarankan ke sana saat 
musim hujan, karena akan membuat pejalan 
kaki tambah susah dikarenakan jalan yang 
sangat becek yang hanya akan membuat 
langkah tambah berat. Selain pantai, ada juga 
air terjun seperti Coban Rondo dan 
pemandian air panas Cangar, sayangnya saya 
belum pernah sama sekali mengunjungi 
tempat-tempattersebut dan hanya sering 
mendengar cerita dari teman-teman saya saja 
:(■ 



Selain kota Malang, kota wisata 
tetangga kota Malang yang terkenal adalah 
kota wisata Batu. Di sana banyak dijumpai 
tempat-tempat wisata seperti kebun apel, dan 
buah-buah lainnya. Di sana kita bisa makan 
sepuasnya namun ga boleh bawa pulang. Saya 
ga tau berapa tarif untuk masuk ke kebun apel 
tersebut. Karena begitu banyaknya kebun 
dan tanaman apel di kota Batu maka dari itu 
biasanya apel-apel diberi brand 'apel Malang' 
atau 'apel Batu' dan dijadikan oleh-oleh khas 
Batu. Tapi menurut saya rasa apelnya juga 
biasa saja, sama seperti apel-apel dari kota 
lain :D. Selain oleh-oleh apel, di Batu juga juga 
banyak toko oleh-oleh yang isinya menjual 
makanan ringan seperti keripik buah (apel, 
nangka, rambutan, salak, jeruk, dll), sari apel, 
sari jambu, dan juga susu segar. Jika di kota 
Malang saat ini sudah tidak begitu dingin lagi, 
lain halnya di kota Batu. 

Di kota Batu masih terjaga keaslian 
udaranya dan udaranya sangat dingin. 
Mungkin karena di sana masih terjaga hutan- 
hutannya dan masih banyak pepohonan dan 
juga kebun-kebun buah. Tempat wisata yang 
akhir-ahir ini sangat terkenal dan lagi hype di 
Batu yaitu Batu Night Spectacular atau biasa 
disebut BNS, alun-alun kota Batu, dan juga 
Jatim Park. Di BNS hanya buka mulai sore 
hingga malam, yaiyalahhh namanya aja Batu 
NIGHT, ya jelas bukanya malam hari :D.tiket 
masuknya relatif murah, hari Senin-Jumat Rp 
7.000,00, sedangkan Sabtu dan Minggu Rp 
10.000,00. Murah kan? Bisa dijangkau oleh 
siapa saja. Tapi kalau udah di dalam dan 
pengen naik wahana-wahana yang ada di sana 
harus bayar lagi, kalau ga mau bayar ya 
keliling-keliling aja, ga usah naik wahana :). 

Selain tempat-tempat tersebut, di 
kota Batu banyak terdapat penginapan- 
penginapan dan juga vila-vila di daerah 
Songgoriti. Saya biasa lewat sana saat saya 
perjalanan menuju maupun hendak ke kota 
Malang. setiap weekend sangatlah ramai. 



Banyak pasangan muda mudi yang menyewa 
vila maupun hotel untuk menginap. Padahal 
juga sebagian dari mereka juga warga asli 
Malang maupun Batu, saya tidak mengerti 
kenapa mereka rela merogoh kantong dalam- 
dalam di hari Sabtu maupun Minggu untuk 
menginap di sana, karena konon katanya 
kalau hari-hari libur gitu tarif hotel maupun 
vila naik dua kali lipat. Jadi di jalanan sekitar 
vila tersebut banyak calo-calo yang berda di 
pinggir jalan sebagai jasa mencarikan 
penginapan untuk pengunjung yang ingin 
bermalam di sana. Yang saya heran apa sih 
enaknya di sana kok bisa ramai banget? 
Padahal juga ga ada tempat wisata apa-apa, 
cuman penginapan dan di sekelilingnya hutan 
pinus, dari kebun buah juga jauh banget, dari 
BNS dan Jatim Park juga agak jauh. Dan yang 
lebih heran lagi yang menginap di sana 
hampirsemua pasangan muda, hampir tidak 
ada keluarga yang menginap di sana, you 
know lah apa maksud saya :D. Berhubung 
Malang terkenal sebagai penghasil buah, 
maka dari itu vila dan gang-gang di Songgoriti 
tersebut juga dinamakan dengan nama-nama 
buah, seperti langsep, nanas, anggur, 
manggis, mangga, dll, saya tahu betul nama- 
nama tersebut karena setiap weekend pulang 
ke Kediri maupun balik ke Malang saya selalu 
lewat sana dan ga sengaja suka baca nama- 
nama itu :D, karena jalan terabasan lewat 
Songgoriti tersebut jauh lebih cepat karena 
jalannya lurus dibanding lewat jalan berliku. 

Sekarang beralih ke scene HC/Punk 
yang ada di Malang. Scene HC/Punk di kota 
Malang lumayan rame. Saya beberapa kali 
dateng ke DIY gig teman-teman di Malang, 
dan sempat saya kaget, karena penjualan 
tiketnya hampir selalu sold-out tiap ada gig. 
Entah mereka di dalem cuman duduk-duduk, 
berantem, mabok, atau cuman mejeng doang, 
tapi tiket banyak yang terjual dan tak jarang 
sampai sold-out. Apalagi kalau ada band tur 
dari luar kota maupun luar negeri pasti 



rameee banget. Jujur aja gig di kota Kediri 
masih kalah rame sama di kota Malang. 
Penonton tak sebanyak di kota Malang. 
namun akhir-akhir ini di Kediri penonton udah 
semakin banyak dan tiket sudah banyak 
terjual juga hehehe. zine-zine sebenarnya juga 
ada beberapa, dulu ketika saya masih SMA 
dan awal kuliah masih ada beberapa zine yang 
aktif terbit, namun sekarang sepertinya sudah 
tidak ada lagi zine yang terbit (koreksi saya 
bila salah), karena memang saya tidak pernah 
mendapatkan email yang berisi PDF maupun 
zine versi cetaknya, di facebook juga ga ada 
tag link download ataupun flyer zine terbit. 
Tapi saya rasa ga hanya di Malang aja yang 
lagi sepi zine, di Kediri (zine saya sendiri) juga 
sampai sekarang belum terbit, dan juga di 
kota-kota lain juga lagi sepi, entah kenapa 
malesnya bikin zine bisa barengan gini ya?:D. 

Ok, itu saja sekelumit cerita saya 
tentang perjalanan saya di kota Malang, dan 
mungkin cerita di atas ga mencerminkan 
bahwa saya 'sangat tahu' tentang kota 
Malang, tetapi paling tidak saya bisa sedikit 
share info tentang kota Malang :). Meski 
udara ga senyaman dan ga se-dingin dulu, tapi 
kota Malang merupakan kota yang sangat 
nyaman untuk dijadikan tempat tinggal 
dibandingkan dengan kota-kota lain, namun 
menurut saya kota Kediri lah yang paling 
nyaman :D . Mungkin kapan-kapan saya bisa 
bercerita tentang kota Kediri di Halimun ya 
Tinta?:). 

(AjenkResista | xajenkxresistx@yahoo.com) 



j OMBANG : TOLERANSI DAN TERORISME 

saya ke jombang dalam rangka 
mengumpulkan materi untuk panduan 
wisata jombang, nyicil 2 obyek wisata : 
makam kh abdurrahman wahid (gus dur) 
dan gereja kristen jawi wetan (gkjw) 
mojowarno. naik kereta rapih dhoho jam 
5 pagi, nyampe stasiun jombang jam 7 
pagi. stasiun jombang berada tepat di 
depan alun2, saya lanjut keliling alun2 
yang saat itu ramai dengan penduduk 
lokal yang menyaksikan panggung 
dangdut. hari ini saya berkostum celana 
panjang dan kaos lengan panjang, saya 
juga bawa kerudung--dipenjemin induk 
semang--karena saya akan masuk ke 
pesantren tebu ireng. di papan petunjuk 
tertulis "pesantren tebu ireng 6 km", 
saya pasti mampu berjalan kaki sejauh 6 
km, transportasi umum ke pesantren tebu 
ireng cukup banyak, tapi saya memang 
pengenjalan kaki, ingin memperhatikan 
detil kota jombang, saya mulai menyusuri 
jalan kh hasyim ashari. hehe ternyata 
jalan yang ditempuh cukup jauh, yah 
setidaknya sepanjang jalan banyak pohon 
mangga yang sedang berbuah jadi bikin 
semangat, banyak juga warung lontong 
kikil yang saat itu belum buka. nampak 
bis pariwisata lalu lalang menuju 
pesantren tebu ireng, semenjak gus dur 
meninggal dunia dan dimakamkan di 
pesantren tebu ireng, lokasi tersebut 
menjadi tempat wisata religi umat 
muslim yang sangat ramai pengunjung! 

akhirnya sampai di lokasi, saya mengikuti 
petunjuk arah makam, banyak juga 
pengunjung yang baru tiba, saya 
memakai kerudung dan bersiap memasuki 
pesantren, cukup deg2an— saya masih 
trauma terhadap diskriminasi oleh 
beberapa orang yang mengaku beragama 
islam dan bertindak tidak manusiawi atas 
nama agama islam, banyak stand yang 
menjual makanan dan souvenir di 



sepanjang jalan masuk, sama seperti di 
kawasan makam sunan ampel, sunan giri, 
dan sunan drajat. begitu tiba di areal 
makam, sangat ramai peziarah yang 
sedang melantukan doa2 untuk gus dur 
dan hasyim ashari, kayaknya melebihi 
peziarah makam sunan ampel, sunan giri, 
dan sunan drajat. gus dur pun di 
beberapa poster yang dipajang disebut 
sebagai sunan gus dur, bahkan nabi gus 
dur! setau saya masyarakat indonesia 
mengagumi gus dur (termasuk saya), 
kagum terhadap kesederhanaannya dalam 
memimpin bangsa dan beliau sangat 
mendukung kemajemukan bangsa, penuh 
toleransi! saya langsung bergabung 
dengan para peziarah, di samping makam 
gus dur terdapat makam kh hasyim ashari 
yang adalah pahlawan nasional. makam 2 
tokoh besar indonesia termasuk 
sederhana (kebayang makam 
soeharto&tien yang mewah). 

setelah mengamati makam gus dur (gus 
dur lahir 4 agustus 1940 dan wafat 30 
desember 2009), saya lanjut berkeliling 
pesantren tebu ireng, cukup bagus dan 
sedang dilakukan pembangunan beberapa 
gedung baru, juga ditampilkan rencana 
pembangunan kawasan makam gus dur 
yang akan dilengkapi sarana parkir, 
foodcourt, playground yang terintegrasi 
dengan pesantren, sayang arsitekturnya 
standard kayak di mall, ziarah pun 
berakhir, saya melanjutkan perjalanan ke 
mojowarno naik angkot, dan angkot 
ngetem di depan pabrik gula tjoekir, 
pabrik gula sejak zaman kolonial, 
sekarang menjadi milik ptpn X, saya 
turun selama 10 menit mengamati pabrik 
gula dari luar (cukup terlihat proses 
pengolahannya dan meskipun hari minggu 
tetap beroperasional), banyak pohon 
beringin dan tebu2 diangkut menuju 
mesin pengolahan, sangat menarik! 
setelah mendapatkan tambahan 
penumpang, angkot lanjut berjalan. 



saya turun tepat di depan gkjw 
mojowarno, wah ternyata baru saja 
berakhir pemberkatan nikah, sayang saya 
ketinggalan, gereja pun lenggang tanpa 
jemaat, jam 5 sore baru ada kebaktian 
berbahasa indonesia. saya sangat 
terpukau dengan bangunan gereja yang 
didirikan pada 24 februari 1879, 
perpaduan arsitektur kolonial dan jawa, 
terdapat aksara jawa kuno di dinding 
muka gereja. saya pun langsung masuk ke 
gereja, mengucapkan selamat hari 
minggu kepada petugas perlengkapan 
gereja yang sedang mempersiapkan 
perlengkapan untuk kebaktian sore, saya 
lupa namanya, dia menjadi tour guide 
saya, dia sudah bekerja di gereja ini 
selama 30 tahun lebih. gereja terdiri dari 
2 lantai, lantai dasar terdiri dari ruang 
ibadah dengan ornament vintage yang 
memukau dan ruang persiapan. lantai 
atas hanya balkon untuk jemaat. 
seperangkat gamelan tertata rapih di 
sebelah altar bersama keyboard dan 
perkusi, wah kebayang pujian2 dengan 
iringan gamelan, pasti syahduh. 

saya naik ke balkon, petugas gereja 
menyuruh saya untuk naik ke loteng, 
tempat lonceng gereja, wah dengan 
semangat saya menyusuri tangga yang 
memutar dan wow saya mendapati 
lonceng kuno yang sudah tidak dipakai, 
gereja memakai lonceng yang lebih 
ringan, dan kerennya saya bisa melihat 
jombangdari atas, wow! saya melihat 
jombangyang masih lenggang, sedikit 
pemukiman, sawah, dan banyak lahan 
kosong. ini adalah spot yang paling asjik 
di gkjw mojowarno, saya betah berlama- 
lama disini ditemani beberapa burung 
pipit, setelah menggali informasi dari 
petugas gereja saya kembali naik angkot 
ke stasiun jombang, menunggu kereta 
tujuan surabaya. dalam perjalanan 
pulang mendengar berita bahwa gereja 



bethel injil sepenuh di solo dibom! 
terkutuklah terorisme! (anithasilvia) 



LAMONGAN 

minggu, 6 Oktober 2011 

sebelumnya saya tidak pernah 
memasukkan lamongan dalam daftar 
destinasi, saya pikir hanya tanjung kodok 
saja dan saya tidak tertarik karena saat 
berkunjung ke rumah teman di lamongan, 
sepanjang perjalanan tidak ada yang 
menarik, di desa teman saya pun tidak 
ada yang menarik. karena ada kerjaan 
menulis panduan wisata lamongan, saya 
mulai dengan browsing dan ternyata 
menemukan beberapa obyek wisata yang 
menarik, sayajuga mencari informasi 
mengenai jalur transportasi umum, 
ternyata lamongan ada 2 jalur, jalur 
selatan (melewati kota lamongan) dan 
jalur utara (kecamatan paciran : jalan 
raya pos). kebanyakan obyek wisata ada 
di jalur utara : wisata bahari lamongan, 
gua maharani & zoo, monumen van der 
wijck, dan makam sunan drajat. 
berdasarkan info dari sebuah blog 
backpackers ada transportasi umum 
menuju paciran : minibus armada dari 
terminal osowilangon. 

saya belum pernah ke terminal 
osowilangun (saya baru sadar di surabaya 
ada 3 terminal dalam kota : wonokromo, 
bratang, dan osowilangun). saya harus ke 
j mp dulu baru oper angkutan j urusan 
kota gresik turun di terminal 
osowilangon, cukup jauh sekitar 1 jam 
perjalanan tanpa macet! cukup kaget 
melihat terminal osowilangon, cukup 
besar dan bersih dan ternyata j uga j adi 
terminal antarkota antarprovinsi, bis 
tujuan semarang dan ponorogo singgah di 
terminal ini. dengan mudah saya 
menemukan minibus armada tujuan 



paciran, minibus armada cukup terbatas 
dan armada terakhir jam 5 sore, 
perjalanan hampir 3 jam, cukup jauh 
dengan pemandangan bukit2 kapur yang 
gersang melewati jalan raya pos (jalan 
raya daendels), kemudian saya turun di 
terminal paciran dan jalan kaki menuju 
wisata bahari lamongan (wbl). 

untuk pertamakalinya saya ke wbl, ramai 
pengunjung karena hari minggu, wbl 
sangat populer di masyarakat jawa timur 
karena harganya terjangkau dengan 
wahana yang cukup dahsyat. saya mulai 
menjelajahi wbl, dengan arsitektur yang 
menarik (penuh warna dan karakter tapi 
ngak norak), wbl adalah sebuah theme 
park di tanjung kodok karya dpavilion 
architects yang banyak mengeksplorasi 
tema pantai dan tema Islam, wbl 
memiliki 50 lebih wahana di areal seluas 
17 hektar, butuh waktu 5 jam untuk 
menikmati semua wahana, tapi saya 
hanya 2 jam saja, karena harus ke obyek 
wisata lainnya. saya naik roller coaster 
yang bikin perut saya mau meledak, gak 
kapok saya naik wahana yang berputar 
360 derajad yang membuat saya merasa 
bagian2 tubuh saya lepas, gilak cukup 
sekali saja saya mencoba wahana ini! 
saya masuk ke wahana permainan air, 
dan hasilnya baju saya basah kuyup! 
Tanjung kodok memang menawan, 
tumpukan karang yang menyerupai 
kodok, saya juga masuk ke 2 gua, Iampu2 
di dalam gua tidak norak seperti gua gong 
di pacitan, jadi masih sangat berasa 
atmosfer gua-nya. saya pengen nyoba 
kano, tapi waktunya gak cukup, saya 
lanjut ke wahana anjungan wali songo, 
wahana yang menarik, memamerkan 
miniatur situs2 penyebaran agama islam 
di jawa, termasuk makam 9 sunan! keluar 
dari wbl mampir beli snack buat oleh2. 

saya membeli tiket terusan ke gua 
maharani & zoo, dari wbl melewati 
jembatan penyebrangan yang memang 



dibuat untuk menghubungkan wbl dan 
gua maharani (2 obyek wisata tersebut 
dibawah satu manajemen). tepat jam 3 
sore tiba di gua maharani & zoo, dan 
berlangsung pertunjukkan hewan liar 
yangjinak, yah cukup menyedihkan, saya 
keliling kebun binatang dengan arsitektur 
dan desain yang apik tapi tetap saja ini 
kebun binatang, mana ada binatang yang 
bahagia! sepertinya para binatang sedang 
tidur sore, cukup damai melihat landak 
dan singa tidur. setelah mengamati 
kebun binatang dan museum hewan 
dimana banyak hewan yang diawetkan, 
yah museum yang mengerikan meskipun 
ini untuk edukasi, saya masuk ke gua 
maharani, waw gua yang indah dan 
Iampu2 yang dipakai tidak norak, 
kemudian ke museum batu yang 
memukau, wan ini baru ok! 

badan saya lengket karena abis disiram 
air laut di wbl, saya mandi di toilet 
umum dan berganti kostum celana 
panjang dan baju lengan panjang karena 
saya akan melanjutkan jalan2 ke makan 
sunan drajat. dari depan gua maharani 
saya naik angkutan umum ke pertigaan 
arah makam sekitar 2 km, dan kemudian 
berjalan kaki sejauh 1 km sampai di 
depan pintu masuk kawasan wisata religi 
makan sunan drajat. bis2 pariwisata yang 
menganggkut para peziarah dengan 
ramainya keluar masuk kawasan tersebut. 
saat itu jam 4 sore, saya langsung 
bergabung dengan para peziarah lainnya, 
tapi saya tidak pakai kerudung, lupa 
pinjam, tapi tampaknya para peziarah 
lainnya tidak merasa terganggu saya 
tidak memakai kerudung. di sana banyak 
makam islam purbakala sebelum masuk 
ke gerbang makam sunan drajat, mirip di 
kawasan makam sunan giri di gresik. Di 
makam sunan drajat sedang ramai sekali 
dengan para peziarah yang sedang 
berdoa, jadi saya hanya mengamati dari 
luar saja tidak bisa mengamati arsitektur 



makam sunan drajat. makam sunan 
drajat berada diatsa bukit, jadi 
pemandangan cukup bagusyaitu 
kumpulan bukit kapur. saya lanjut ke 
museum sunan drajat, dan wah suatu 
usaha yang bagus untuk memuseumkan 
peninggalan2 sunan drajat seperti koleksi 
barang pecah belah dan kitab! di dekat 
museum ada yang membagi-bagikan air 
yang kayaknya air "suci" diambil dari 
sumur yang pernah dipakai oleh sunan 
drajat, dengan menukarkan selembar 
uang seribuan saya mendapatkan 
sebotola air "suci", kebetulan saya 
kehausan dan langsung meminumnya, dan 
weekkk rasanya gak enak, air berasa 
tanah, saya langsung membuang isi botol 
saya. 

keluar dari makam menjumpai stan2 yang 
menjual oleh2, saya beli wingko babat. 
Saya pengen melanjutkan perjalanan ke 
kota lamongan, berdasarkan info dari 
supir angkot ada angkutan umum menuju 
kota lamongan, tapi saat saya bertanya 
lagi ke penjaga pakir, dia bilang sangat 
jarang angkutan umum ke kota lamongan 
karena jalur ke kota rusak parah dan ini 
sudah cukup sore sekitar jam 5, angkutan 
yang terbatas itu hanya beroperasi 
sampai siang hari, ada ojektapi sangat 
mahal, yah akhirnya saya kembali ke 
Surabaya saja. saya kembali berjalan ke 
pertigaan dan beruntung ada minibus 
armada yang terakhir, sampai di c2o jam 
8 malam dan masih berlangsung diskusi 
DIY TALKS, yah lagi 2 hari ini saya absen 
membantu persiapan diskusi. 



minggu, 13 oktober 2011 

karena materi untuk panduan wisata 
lamongan masih belum selesai, pagi ini 
saya cabut ke lamongan, absen tidak 
membantu persiapan diskusi di c2o, 
dengan rute yang sama dengan minggu 



kemarin dari terminal paciran saya naik 
angkot ke tempat pelelangan ikan (TPI) 
brondong, cukup jauh tapi pemandangan 
pantai utara cukup bagus di siang hari, 
saya menuju kecamatan brondong untuk 
observasi TPI dan museum van der wijck. 
saya turun di sub-terminal brondong yang 
berada tepat di depan kawasan 
pelabuhan perikanan nusantara 
brondong. ternyata monument van der 
wijck berada di halaman kantor perum 
prasarana perikanan cabang brondong, 
monument terbengkalai, tertutup oleh 
barang2 lain. Di monument terdapat 
tulisan : "tanda peringatan kepada 
penoloeng2 waktu tengelamnja kapal van 
der wijck 19-20 October 1936". Ceritanya 
pda tanggal 19 oktober 1936 di perairan 
utara brondong terjadi musibah 
tenggelamnya kapal van der wijck, 
berkat pertolongan para nelayan 
brondong maka para awak kapal dan 
penumpang dapat diselamatkan, yah 
monument tersebut didirikan sebagai 
tanda terimakasih pemerintah hindia 
belanda kepada para nelayan brondong. 

saya lanjut berjalan menuju tempat 
pelelangan ikan, cukup sepi karena sudah 
siang dan memang ramai pada pagi hari 
saat kapal2 nelayan mendarat di 
pelabuhan. Pemandangan yang cukup 
indah, deretan kapal nelayan dengan 
warna2 yang mencolok, buruh angkut 
mengangkat bakul2 penuh ikan, segala 
macam hasil laut dijajakan, beberapa 
pembeli mengamati hasil tangkapan, 
penjual pentol dan kue basah keliling 
menawari para pedagang ikan, semarak 
dengan bau amis! saya lanjut berjalan ke 
bengkel kapal sambil menghirup udara 
laut, hehhe lumayan menyejukkan 
pikiran. selesai observasi saya melajutkan 
perjalanan ke kota lamongan, ternyata 
saya harus ke tuban baru ke lamongan, 
buset muter2 banget. naik angkutan 
umum ke tuban, kemudian naik bis 



antarkota ke lamongan, sambil 
memberikan kabar ke akim, teman dunia 
maya saya yang berdomisili di kota 
lamongan. dia akan menjemput saya di 
plaza lamongan. 

saya turun di plaza lamongan, mall yang 
terlihat sepi tanpa pengunjung, sambil 
menunggu akim saya membeli es siwalan, 
rasanya lumayan. akim dengan mudah 
mengenali saya, sementara saya tidak, 
akim yang akan menemani saya keliling 
kota, pertama kami menuju ke alun2, 
sekalian saya pengen makan nasi boran, 
nasi khas kota lamongan! Alun2 kota 
lamongan cukup semarak dengan 
playground dan kapal terbang mini yang 
dijadikan semacam monument, agak gak 
nyambungsih. ternyata penjual nasi 
boran bertebaran dimana-mana, kami 
random memilih, saya pesan nasi boran 
tanpa ikan— nasi boran khas dengan lauk 
ikan kutuk dan ikan sili. ternyata akim 
juga gak makan daging, jadi dia cukup 
terpaksa makan nasi boran karena kuah 
sambalnya pun rasa ikan, saya pun cukup 
enek karena nasi boran memang 
beraroma ikan, tapi yah demi tulisan saya 
terpaksa makan, dan saya habis 1 porsi 
karena kelaparan, sementara akim hanya 
habis separuh. 

akim baru pindah ke kota lamongan kira2 
satu bulan. dia sebelumnya tinggal di 
kotawaringin barat-kalimantan tengah, 
jadi saya tidak mendapat informasi yang 
banyak mengenai kota lamongan. kami 
lanjut keliling kota dengan sepeda motor, 
kota lamongan cukup nyaman dan bersih, 
terakhir kami ke rumah buku AQM yang 
dikelola oleh akim, di jalan veteran dekat 
dengan universitas lamongan (unlam), 
akim mengontrak rumah tahun 80-an, 
cukup besar dengan banyak ruang. selain 
perpustakaan, akim juga menjual buku2 
yang dibutuhkan oleh mahasiswa unlam. 
saya tidak berlama2 disana karena 



memang harus kembali ke Surabaya 
secepatnya, c2o ada acara diskusi. 

akim mengantarkan saya sampai di plaza 
lamongan, saya menunggu bis disana. 
ternyata di depan plaza lamongan adalah 
stasiun lamongan, saya masuk dan 
mengecekjadwal kereta api, seingat saya 
ada kereta api semacam komuter jurusan 
surabaya-lamongan namanya kereta 
sulam, dan ternyata memang ada tapi 
hanya ada 2jadwal keberangkatan, pukul 
05.25 dan 17.36 dengan harga tiket hanya 
2000rupiah, jauh lebih murah ketimbang 
tiket bis. saya milih naik bis karena saat 
itu masih jam setengah 5 sore, ternyata 
nyampe terminal purabaya jam setengah 
8 malam karena cukup macet di gresik, 
yah mendingan saya naik kereta sulam! 
(anithasilvia) 



Senin, 23 Januari 2012 

Bertepatan dengan Imlek, sebenernya aku 
tidak pengen jalan-jalan, tapi anak dan 
suami ku ngajakin pulang kampung ke 
Malang, jadi ya oke den berangkat. Jam 5 
pagi aku bangun, mandi, dan bersih- 
bersih rumah, setelah itu bangunin suami 
dan Silvi (anakku yang berusia 5 tahun). 
Silvi langsung bangun dan semangat 
menyuruh aku menyiapkan baju 
renangnya. 

"buk, baju renang ku, sabun, handuk 
disiapno ya, nanti dibawa ojo lali biasane 
ibu lalian, nanti aku lak gak jadi renang. " 
"Biasane Silvi lek disuruh bangun pagi 
berangkat sekolah susahnya minta 
ampun." 

"ini kan lain buk, aku jalan-jalan jadi ya 
senang." 

Jam 6 pagi, peralatan renang dan 
keperluan keluar kota sudah siap, kami 
berangkat ke Malang. Selama di 
perjalanan, Silvi bernyanyi : 

"Pada hari Minggu kuturut Ayah ke kota, 
naik delman istimewa ...." 

Setelah menempuh 1,5 jam perjalanan, 
kami sampai di Pasar Singosari, mampir 
ke pasar cari makan. Setelah parkir 
sepeda motor, kami jalan cari warung 
yang murah dan enak, pilihan kami jatuh 
ke warung yang berada di tengah pasar 
dan warung tersebut ramai pembeli. Kata 
teman saya Antonio Carlos, warung yang 
banyak pembelinya berarti masakannya 
enak. Dan kami pun masuk ke warung. 

"mongo..mongo ngersaaken nopo" 

"woten mopo mawan buk?" 

"ada nasi campur, lodeh, rawon, soto, 

pecel, penyet, nasi jagung." 

"sekol jagung aja buk dua sama nasi putih 

dan telur satu." 

Nasi jagungnya enak dan jam 

menunjukkan jam 9 pagi, habis makan 

kami melanjutkan perjalanan, tentu saja 

bayar makan an dulu. 

"pinten buk sedoyo?" 

"nopo mawon?" 

"sekol kaleh, teh anget kaleh, sami niki 



sekole gendok" 
"dua belas ribu" 

Senangnya sarapan hari ini, enak banget. 
Aku dan suami mikir tujuan rekreasi, ke 
Sengkaling sudah pernah, akhirnya kami 
coba ke Selecta karena belum pernah 
kesana. Tiba di Selecta, ternyata rame 
banget. Kami membayar tiket masuk Rp. 
15.000 per orang. Sebelum berenang, 
kami keliling Selecta sambil foto-foto. 
Masuk Selecta disambut kolam ikan yang 
isinya banyak sekali ikao koi ukuran besar 
dan kecil dan bisa kami pegang-pegang, 
senangnya! Di atas kolam ikan ada 
akuarium yang kayaknya isinya ikan nila 
(gak ada keterangan nama hewan), seru 
juga karena banyak ikan. Kami lanjut ke 
taman bunga, hi seru... kami foto-foto dan 
berjalan ke atas bukit. Aku dan suami 
duduk di sebuah pondok; Silvi bermain 
prosotan sampai capek. Kami istirahat di 
pondok sambil makan camilan, lalu ada 
kuda lewat, dan Silvi merengek minta naik 
kuda. Kami berjalan menuju tempat kuda 
dan antriannya panjang yang mau naik 
kuda, sementara kudanya hanya 3 ekor. 
Aku gak sanggup mengantri, supaya Silvi 
tidak menangis, kami turun ke bawah 
saja. 

"Vi, gak usah naik kudaya, kudanya 
capek belum istirahat, ayo kita ke bawah 
saja renang bareng-bareng." 
"Ya udah buk, ayo kita ke bawah saja, 
kasian ya kudanya." 

Setelah mengantri lama untuk ganti baju 
di kamar mandi, kami berganti kostum 
untuk berenang, bukan baju renang yang 
kami pakai, tapi kaos sama celana 
pendek. Kami pun melompat ke dalam 
kolam renang. Air-nya dingin banget, gak 
sama kayak di Surabaya. Silvi hanya 
berenang-renang di pinggir kolam, aku 
pun hanya 10 menit berenang dan 
langsung keluar dari kolam, aku gak tahan 
airnya dingin. Silvi dan suamiku masih 
bertahan di dalam air. Aku lari ke kamar 
mandi, ganti baju, pakai jaket, dan 
menggigil kedinginan. Aku kembali ke 
kolam renang dan berjemur sambil 
melihat Silvi dan suamiku berenang. Silvi 
terus berenang, gak mau berhenti sampai 
satu jam, akhirnya aku paksa dia berhenti 



dan keluar dari kolam karena bibirnya 
sudah membiru dan badannya menggigil. 
Aku membilas badan Silvi pakai air panas, 
tarif bilas air panas Rp. 5000 per orang. 
Setelah membilas badan, kami berjemur 
selama setengah jam. 

Jam 1 siang, kami keluar dari Selecta. 
Aku mengajak suami ke pasar, lebih 
tepatnya tempat yang menjual oleh-oleh 
khas Malang, seperti tanaman hias, buah- 
buahan, sayuran. Juga dijual tanaman 
buah : jeruk, jambu biji, jambu air, 
rambuan, aku heran kok pohon kecil udah 
berbuah, aku curiga buahnya ditempel ke 
pohonnya. Suamiku yakin itu buah 
beneran bukan tempelan. Aku pun 
mencoba memegang buahnya dan benar 
suami ku, ini buah beneran bukan 
tempelan. Aku iseng nanya sama sang 
penjual. 

"Buk, saya punya tanaman buah jeruk di 

rumah tapi kok gak pernah berbuah (aku 

pura-pura punya tanaman padahal gak 

punya, yang aku tanyakan adalah 

tanaman di tempatku bekerja c2o 

library)?" 

"oh itu butuh vitamin." 

"berapa buk vitaminnya?" 

"satu kantung dua ribu, kalau beli sepuluh 

tak kasih sebelas." 

Aku gak beli vitamin, gak berani coba- 
coba. Aku ke stan buah-buahan, membeli 
buah apel sekilo seharga 5000 rupiah, 
murah ya, di Surabaya biasanya 10.000 
per kilo. Mungkin aneh karena aku hanya 
beli sekilo, pembeli lainnya minimal beli 
sepuluh kilo. Kami melanjutkan perjalanan 
ke rumah mertua ku di Lawang. 
Perjalanan dengan sepeda motor 
membuat aku mengantuk, tapi dari Batu 
lumayan macet ke Lawang. 
Akhirnya sampai di rumah mertua, 
disambut ibu mertua, adik ipar, dan 
keponakan ku. Suami ku terlihat sangat 



senang berkumpul dengan keluarganya, 
kami mengobrol di dapur dengan api 
gugunnya atau api-api. Api-api adalah 
bahasa Jawa yang berarti duduk-duduk di 
depan dapur (tungku) tradisional yang 
menggunakan kayu bakar. Sambil ngobrol 
di dapur kami makan jagung rebus dan 
minum kopi. Setelah cukup kenyang, saya 
mandi, tidak lupa merebus air untuk mandi 
karena udaranya dingin. Setelah mandi, 
makan lagi (hihi makan lagi makan lagi). 
Memang kalo di daerah yang dingin, aku 
dan suami ku selalu merasa kelaparan, 
dan setelah kenyang bawaannya ngantuk. 
Ini yang bikin orang kota merasa nyaman 
berlibur ke daerah dingin. 

Habis makan aku minum obat pusing, 
kepalaku cenyat cenyut, abis itu tidur 
sampai pagi! Jam setengah empat pagi 
kami bangun dan beres-beres, siap-siap 
kembali ke Surabaya. Setelah adzan 
subuh kami berpamitan dan menuju 
Surabaya. Perjalanan cukup lancar, hanya 
macet di Porong. Sampai di rumah jam 
setengah tujuh pagi, Silvi mandi dan 
berangkat ke sekolah. Saya dan suami 
pun semangat untuk bekerja! 



Nama saya Julianah, biasa dipanggil Yuli. 
Saya bekerja di c2o library, sebuah 
perpustakaan kecil di Surabaya, Jalan Dr. 
Cipto 20. Sedikit cerita mengenai c2o, aku 
banyak bertemu orang-orang antik, unik, 
dan jenius di c2o, aku menemukan 
keluarga kecil disini. Aku banyak 
mendapatkan pengalaman, keberanian, 
dan ilmu dari mereka. Mereka juga yang 
menyuruh ku untuk belajar menulis, tapi 
aku tidak berani untuk menulis, sampai 
akhirnya aku disuruh Tinta untuk menulis 
pengalaman berlibur di Malang, akhirnya 
aku menulis. 




novielisa